JADI BARISTA ITU KEREN

MENJADI BARISTA ITU KEREN


Belakangan ini kopi ada salah satu minuman yang sangat digemari oleh para kaula muda.
Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara, dimana kopi sendiri berasal dari  seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Biji kopi yang kerap kali digunakan oleh para barista untuk membuat serbuk kopi ialah kopi arabika dan kopi robusta.  Cita rasa kedua jenis biji kopi tersebut sedikit berbeda karena kopi robusta memiliki rasa yang cenderung lebih pahit daripada kopi arabika

Bahkan kopi kini telah menjadi candu yang dapat meningkatkan kepercaya dirian para penikmatnya. Kopi bukan lagi sekedar penghilang rasa kantuk dengan kandungan kaffein yang dimilikinya, namun kopi kini sudah menjadi gengsi para penikmatnya sendiri. Dimana akan serasa ada yang kurang jika belum ngopi seharian. Jenis coffe yang dinikmati pun kini semakin beragam. Yang dulu hanya dinikmati dalam keadaan panas, kini sudah dapat dinikmati dalam keadaan dingin/iced coffe.

Banyak isu yang berkembang mengenai efek sampung dari meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kankerdiabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi. Tetapi beberapa penelitian justru menyampaikan hal sebaliknya. Kandungan kafeina yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap. Selain itu, kafeina dianggap mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kafeina dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung. Kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena kopi dianggap mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh). Selain kafeina, kopi juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat  membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun. 

Meningkatnya pencinta kopi, sangat memacu para kaula muda untuk menjadi seorang Barista. Barista merupakan sebutan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan. Menjadi seorang barita tidaklah mudah, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang barista seperti : memiliki dedikasi penuh dan (selalu) bersikap professional. Dalam buku The Secret of Barista disebutkan bahwa ilmu barista terdiri dari empat dasar. Menilai mutu bahan, mengoperasikan mesin espresso, grinder (gilingan), dan meracik kopi. Untuk menguasai skill dasar ini, butuh latihan dengan tekun, sabar, dan teliti. Mulai dari observasi dan mempelajari proses pengolahan biji kopi, menggiling, hingga membiasakan diri menggunakan alat-alat seduh. Barista  perlu memperluas wawasan dunia perkopian dan melatih indera pengecap. Dengan cara mencicipi berbagai sajian, baik yang enak atau pun tidak. Sebab, mana mungkin menjadi juru seduh kopi jika tidak pernah ngopi? Atau membuat minuman yang enak jika tidak pernah tahu rasanya yang tidak enak? Dalam sebuah wawancara di televisi swasta, seorang barista bernama Novita Riantika pernah bercerita bahwa ia bisa menenggak dua puluh cangkir kopi dalam sehari saat latihan.

Sejatinya profesi barista bukan  sekedar ‘tukang bikin kopi’ dan selesai. Mereka adalah seorang seniman yang tahu betul seberapa banyak takaran dan campuran yang diperlukan untuk menyajikan espresso dan variasinya. Jika pelanggan memesan cappucino, maka mereka akan benar-benar meramu cappucino, bukan latte. Dan sebaliknya.